Posts

Catatan Kecil Untuk Repsima

Image
About REPSIMA. Saat aku menulis ini, aku akan berusaha untuk tidak menitikkan air sedikitpun dari mataku. Dan dengan senang hati, kembali mengingat saat-saat pertama kita bertemu untuk menjadi satu keluarga sederhana. Hingga akhirnya sebuah perkumpulan itu mulai menyebut dirinya sendiri REPSIMA. Republik Akuntansi Lima. Entah apa yang dipikirkan si Pencetus nama itu saat menemukan nama yang sedikit janggal didengar namun renyah untuk disebutkan. Repsima adalah sebuah kelas di mana didalamnya terdapat anak-anak yang berisik, hiperaktif, bahkan terkadang menjadi provokatif. Suara gaduh tak pernah luput dari keseharian dan kebersamaannya. Namun, inilah hal yang akan dirindukan ketika suatu saat kejadian tragis bernama ‘perpisahan’ telah tiba. Sebagai salah satu dari mereka, aku banyak mendapatkan pelajaran hidup (baik yang penting, lumayan penting, hingga tak penting sama sekali). Aku belajar untuk mengerti berbagai warna nilai kehidupan dari perkumpulan ini. Berbagai warna yang ...

Bayang-Bayang Rintik Hujan

Rintik hujan menemani perjalanan ku sore itu. Jalanan yang basah membuat udara yang kuhirup terasa lembab. Bau khas hujan di sore hari selalu membuatku santai. Entah sejak kapan aku mulai menyukai bau khas ini. Tawa dua anak lelaki yang sedang bermain di genangan air dalam sebuah lubang kecil di pinggir jalan seakan membuatku ingin bergabung dengan mereka. Seakan menyadari akan perhatianku, mereka menghentikan kegirangan mereka, dan menatapku dengan wajah lugu itu. Salah satunya melempariku dengan titik-titik air berwarna cokelat itu. Mengenai sisi kiri rok abu-abu ku. Lalu tawa mengembang di wajah mereka. Seakan mengajakku untuk turut serta ke dalam lubang kubangan itu. “Sini aja, kak.” Baru kusadari bahwa ada seorang anak berkuncir kuda sekitar dua meter dari genangan anak-anak tadi. “daripada main kotor-kotoran sama mereka, lebih baik main lipat origami aja sama aku.” Aku hanya mampu tersenyum melihat ketiganya. Lalu aku mendekati si anak berkuncir kuda. “Kakak bisa bua...

Sekadar Bersajak

Jika ku katakan menulis itu sulit, itu berarti ku tengah menggambarkan sesosok orang berpunggung lebar itu. Seorang yang kerap kali disapa Ayah. Mengapa? Karena aku telah lupa bagaimana rasanya memiliki seorang Ayah. Dan karena satu-satunya hal yang kuingat tentangnya hanyalah rindu. I miss you, Dad.

Sekadar Coretan

Image
Saat ini gue ada di kelas XII, semester 6. Gue hidup di sebuah kelas yang menyebutkan diri mereka sendiri dengan nama REPSIMA. Kelas paling absurd (mungkin), buktinya kami dikasih kelas di lantai tiga, yang gak ada toiletnya. Jadi kalo pipis mesti turun tangga dulu. Bayangin kalo lo kebelet, lo lari-lari di tangga, jatuh, akhirnya lo pipis di tangga. But, we’re ok. Maybe. Gue sebangku sama seorang cewek, yang hari ini, tanggal 5 Januari 2016, menginjak usia delapan belas tahun, minta kado “sotmousen yang cak vidio nyampak-nyampak” ke gue (maksud dia adalah : “stopmotion yang bentuknya mirip video jatuh-jatuh”. Pada gak ngerti, kan? Yaudah). Dialah si Jeje. Pertama-tama, gue ucapin selamat ulang tahun buat lo, semoga panjang umur, murah rezeki, sukses selalu, sehat selalu, gak galau lagi, dan yang terpenting bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sorry, gue gak bisa penuhi permintaan lo buat stopmotion, karena gue gak punya aplikasinya (sumpah gue gak bohong). Jadi sebagai ...

Happy New Year!!

Selamat Tahun Baru Masehi! The first day on 2016, ya! Pada nonton berita gak tadi pagi? Sekadar memberitahukan aja, kalo semalem ada kecelakaan gede di salah satu hotel di Dubai. Dikabarkan gedung tinggi milik kota di negara Uni Emirat Arab ini, yang gak jauh dari tempat mereka ngadain pesta kembang api, terbakar. Gede banget. Tapi ternyata itu gak bikin mereka batalin pestanya. Mungkin mereka masih mau pegang prestasi tahun lalu. Dimana pesta kembang api keren (dan mahal) ada di sana. Dan kali ini postingan gue gak ada tujuan apa-apa. Cuma mau ucapin selamat melahirkan semangat baru di tahun yang baru. Semoga kita bisa lebih baik daripada tahun yang lalu. Anyway, gimana keadaan kalian semua? Lebih baik dari tahun kemarin, kan? Atau kalian pada tepar karena begadang semalem? Kalo kalian tepar, sayang banget, ya. Masak ia memulai hari baru di tahun baru pake tepar-tepar segala? Sekali lagi, postingan gue kali ini gak ada maksud apa-apa. Tapi jujur gue kecewa sama gue send...

[SEKUEL] Sepedaku dan Sepedamu

Image
Yo! Sebuah sekuel dari kumcer di akun wattpad saya, Sepeda dan Cerita Kita, didedikasikan buat kenalan saya di wattpad (ngaku2), Mbak saarahsalsabil. Semoga terhibur. Selamat membaca! ***** Sepedaku dan Sepedamu “Sekar, aku sayang sama kamu.” Entah apa yang terjadi sama gue, tapi gue senyum sendiri mendengar kalimat itu. Kalimat yang keluar dari mulut orang itu. Orang yang hampir bikin gue gila setiap harinya. “Sekar, aku lupa namaku. Coba beritahu aku!” “Kamu Karno. Masa kamu lupa, sih? Aneh, deh.” Dia malah nunjukkin wajah malu-malu, karena gue tahu yang pengin dia dengar bukan namanya, tapi panggilan ‘kamu’, dari gue, buat dia. Sambil terus mengayuh sepeda, kami tetap dalam suasana hangat ini. Tapi, lama-lama gue risih. Orang-orang sekarang melihat tingkah Karno yang mulai aneh. Ia menyilangkan tangan kanan nya untuk memegang kemudi kiri dan begitupun tangan sebaliknya. “Kalau panggilan ‘aku-kamu’ bisa bikin kamu idiot, aku bersumpah akan balik lagi kaya...

LOVE?

Image
Halo halo haaa… Sudah sekian lama gak update, kini kembali saya membawa cerpen request-an nya teman saya yang hari ini lagi ulang tahun, Deana Putri Sa’baniyah… kado buat mu nihhh (boke’ banget, ya aku-nya) Dan karena perihal tingkat stress saya yang lumayan tinggi karena ujian semester yang hingga sekarang belum selesai, ending cerita ini jadi kurang memuaskan. Daripada kena spoiler, enak langsung baca aja. Dan sangat ditunggu komentarnya atas ketidaksempurnaan ini. Dan buat Deana, the best asisten bendahara ku, cerita ini didedikasikan buatmu… :* **** Love? “Aku mencintaimu. Maukah kau menjadi pacarku?” Kata-kata itu meluncur dari mulut seorang lelaki sebayaku. Namun itu bukan untukku. Melainkan teman dekatku, yang kini tengah mengatasi getaran lututnya yang begitu dahsyat karena di hadapannya, orang yang ia cinta sedang mengungkapkan rasa padanya. Ini adalah akhir dari pekerjaanku yang hampir seminggu kujalani. Menjadi seorang pen-comblang sahabatku sendiri. D...