Posts

Showing posts with the label cuap cuap

Dear, No One

Tulisan ini berangkat dari keresahan setelah menyaksikan orang-orang yang mengaku insecure tiap kali menerima kabar pernikahan teman-temannya. Walau aku belum pernah menjadi pembawa kabar tersebut, tapi aku selalu mencoba mengatur posisi–memisalkan bahwa saat itu semesta seolah menjadikanku poros dunia. Ketika seseorang yang kita sebut "bestie" datang dengan perasaan tak terdefinisi membawa kabar bahwa ia baru saja menerima pinangan lelaki yang mungkin saja kita kenal maupun tidak. Dengan sumringah setengah canggung ia berucap, "tanggal sekian, aku dilamar, guys !" Lalu ucapan klise yang akan ia dapatkan adalah: "masyaaAllah tabarakallah, semoga lancar sampai hari H, ya." Yang tak jarang dibumbui dengan sisipan: "duh, tiap ada temen yang mau nikah, aku, kok rasa-rasanya campur aduk gini, ya? Hehehe." Jika kalian belum pernah mendengar kalimat ini, berarti circle mu terlalu sehat. Pernah, nggak , terpikir oleh kita bahwa ucapan tak perlu itu bole...

Untuk Apa Dakwahku?

Dakwah merupakan suatu hal yang dielukan oleh setiap mukmin di muka bumi. Berlomba-lomba dalam kebaikan, menyebarkan Agama yang sangat dicintai, barangkali sudah menjadi motto hidup setiap individu yang sudah tercebur dan berenang dalam kolam dakwah. Semangat ini kemudian menular ke generasi di bawah-bawahnya, secara terus-menerus, dengan niat tulus karena Allah dan harapan dapat wafat dalam syahid, Insyaa Allah. Dikutip dari Wikipedia, dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah sesuai dengan garis aqidah, syari’at dan akhlak Islam. Dakwah menjadi salah satu ibadah yang dapat dilakukan oleh setiap muslim untuk meneruskan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dulu. Dakwah menjadi kewajiban oleh setiap muslim, hal ini dijelaskan dalam Qur’an Surah Ali Imron ayat 104 yang artinya “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, mer...

A Little Journal: Watching KAMEN RIDER HEISEI GENERATION FOREVER Alone

Image
Source: mediaformasi Palembang, 20 April 2019 Mungkin aku harus menobatkan hari ini sebagai hari yang tidak boleh dilupakan dalam salah satu proses pendewasaan diri wkwk. Cause in that day, for the first time, aku beranikan diri, membulatkan tekad, untuk pergi ke sebuah tempat yang, yaah bisa disebut elit lah ya, yang sering kita sapa bioskop, SENDIRIAN. Film yang ku tonton adalah film yang lagi hangat di kalangannya saat ini—maksudnya hangat di komunitas penikmat dan pecintanya—yaitu, KAMEN RIDER HEISEI GENERATION FOREVER! (tau gak lo? :v) Jadi ada dua point pencapaian luar biasa hari ini: 1. Pergi sendirian ke bioskop, 2. Excited sendiri di studio gara-gara Taros Bersaudara kumpul lagi sama Ryotarou old version dan Owner-san yang makin tua, tapi tetep ketjeh wkwkwk. Perlu diketahui sebelumnya, pagi harinya, aku gak sengaja nonton vlog Bang Agan Reza, yang lagi pamer borong tiket satu studio. Dia nobar sama Tokufans se-Bandung Raya pas hari pemilu kemarin. Aku gigit jari,...

Bicara Indonesia

Indonesia. Sebuah negara kepulauan yang katanya kaya raya. Sumber daya alam yang melimpah, demografi yang berkembang biak dengan pesat, jumlah pulau yang luar biasa, hingga keanekaragaman suku, budaya dan agama yang melahirkan berbagai macam kuliner yang nikmat dan unik, destinasi wisata yang indah, dan nikmat lain yang tidak bisa disebutkan. Saking kayanya, entah berapa lembar kertas yang akan dihabiskan untuk membahas keanekaragaman itu. Sebagai orang yang lahir dan dibesarkan dalam sebuah negara penuh keanekaragaman ini, seharusnya sebuah perbedaan kecil tidak menjadi sebuah palu pencipta keretakan. Kondisi Indonesia saat ini seolah menunjukkan perbedaan itu baru terjadi kemarin sore. Masyarakat menjadi gagap menghadapi orang yang menurutnya “nyeleneh”. Padahal, nyeleneh belum tentu salah, yang nampak umum dan wajar di kalangan orang banyak belum tentu sepenuhnya benar. Terlalu banyak rahasia dunia yang tidak bisa dijangkau akal sehat manusia. Perlu diketahui, ada hal yang...

Rindu, Tanpa Definisi

Malam itu, aku datang ke sebuah acara keluarga. Sekadar doa bersama karena salah satu budeku akan pergi umroh, sekaligus selamatan ulang tahun pernikahannya yang ke 44. Setelah baca Surah Yasin dan doa bersama, semua yang hadir makan malam bersama. Sebagai kejutan, sepupuku menghadiahkan kue, lengkap dengan lilin angka 44. Aku mendapat tugas membawa kue untuk prosesi pemotongan. Lilin ditiup, kue dipotong, suapan pertama dan kedua dilakukan oleh kedua mempelai itu. Usai suap-suapan, sang istri mengecup pipi suaminya. Air matanya mengalir. Hadirin menunjukkan berbagai ekspresi. Keponakannya kebanyakan terbawa perasaan, mungkin mendadak ingin kawin. Aku menoleh, kanan dan kiri, mencari sosok ibuku. Tak ada. Aku menyaksikan kedua mempelai itu berpelukan. Tiba-tiba rasa sedih menohok dada. Mataku memanas meski tak sempat mengalirkan air mata. "Yak, siap ronde selanjutnya!" pekikku. Beberapa meneriakiku"gendut tanggung sendiri". Tapi tak ada niat menimpali. Rasa ha...

[REVIEW] SUPER DUPER MEGAH: OPENING CEREMONY ASIAN GAMES 2018

Image
Mari lupakan sejenak gonjang-ganjing, adu sikut, dan hiruk-pikuk politik negeri ini yang sedang panas dan entah kapan mereda. Mari sejenak nikmati keriuhan, suka-cita, euforia dari pesta olahraga Bangsa Asia yang kebetulan, atau memang sudah ditakdirkan, dilaksanakan di tanah ibu pertiwi ini setelah merayakan hari kemerdekannya. 18 Agustus 2018, Indonesia mencetak sejarah baru. Sejak senja baru saja tiba, Gelora Bung Karno sudah berada di layar kaca, hampir di semua stasiun televisi. Orang-orang yang tak mampu terbang ke sana, pasti sudah siap menekuri benda kubus elektronik itu. Termasuk orang yang menulis tulisan ini. Setelah sholat magrib usai dilaksanakan, akhirnya detik-detik kemeriahan itu sudah benar-benar terasa sekalipun dilihat melalui layar kaca yang entah berapa ratus kilometer jaraknya. Dibuka dengan kemegahan Tari Ratoh Jaroe, oleh ribuan penari, dengan koreografi yang luar biasa apik, sukses menegakkan bulu kuduk penonton, sekaligus menganga, atau bahkan mene...

"POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA" dalam Opini Saya

Image
Assalamua’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Selamat apa saja saat kalian membaca tulisan ini readers semuanya^^ Seperti biasanya, lama saya tak update, ya. Masih dalam tahap pencarian jati diri penggunaan bahasa yang tepat dalam setiap postingan saya disini soalnya. Hehe. Tanpa membuang masa, saya akan langsung ke tujuan posting kali ini. JENG JENG JENG…. *drumroll* POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA SEBAGAI KAMPUS IMPIAN KITA SEMUA Ok, mungkin sedikit berlebihan, ya. Tapi ini sudah yang paling apa adanya. Dan karena sekarang saya sudah berganti status latar belakang, dari seorang siswa SMKN1 menjadi mahasiswa Polsri, maka saya bermaksud memberikan sedikit informasi bagi adik-adik tingkat, maupun kawan-kawan sekalian yang penasaran dengan prosesi penerimaan mahasiswa baru di kampus saya sekarang ini. Gedung Graha Pendidikan Polsri. Jadi, nanti akan ada penerimaan dari berbagai jalur sebagai garis awal dari serangka...

POKEMON(where did you)GO!

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Holla! Apa kabar kawan-kawan semua? Senangkah bisa berburu pokemon? Udah berapa banyak nih peliharaan barunya?? Hahaha… Seperti biasanya, gue bakal mengangkat opini gue tentang hal baru yang begitu mendunia saat ini. Yakni~~~~~ [drumroll]~~~~~ POKEMON GO! Ya, begitu mendunia. Sampe-sampe RU akun BBM gue penuh: Ada yang bilang gini: “Pokemon dicariin, cari pahala sono!” Ada juga jones yang bilang: “Pokemon aja dicariin, aku siapa yang nyariin?” Dan ada seorang miris bilang: “Kepingin main pokemon, tapi hape gue gak bisa :’(“ Dan masih banyak lagi. Itu belum termasuk di medsos lainnya. How about you? So, mari angkat opini kalian. Pernah nonton serial Anime Sword Art Online? Anime yang kerap disebut SAO ini ditayangkan di Jepang pertengahan hingga akhir Juli 2012 lalu. Diangkat dari sebuah novel ringan karya Kak Reki Kawahara (pake “Kak” biar keliatan akrab :D) . Loh? Kenapa tiba-tiba lo angkat SAO? Oke. Kalo kalian belum ...

Kalau Galau Jangan Risau

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pertama-tama, gue mau ucapin selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Ya, walaupun sudah telat. Namun tak ada salahnya kan kalo gue mohon maaf pada semuanya. Atas apa yang gue tulis disini, telah sengaja maupun tidak, menyayat hingga melukai perasaan kawan-kawan semuanya. Semoga kita masih bisa berjumpa dengan Ramadhan berikutnya, dengan keadaan sehat wal’afiat, tanpa kekurangan suatu apapun. Well, untuk mengawali kegiatan posting-memposting gue setelah sekian lama tak update, gue mau cuap-cuap, menyampaikan sekadar isi hati, sampah sisa pemikiran tak berguna, namun sayang bila dibuang begitu saja. “Kalau Galau Jangan Risau” Kalimat ini gue baca di punggung kaos salah satu teman gue beberapa hari yang lalu. Dan tepat sebelumnya, gue abis nonton film Bang Raditya Dika yang paling baru (kalian pasti tahu), dimana dalam film itu, Bang Radit membuat “patah hati”-nya menjadi sebuah cerita komedi. Semua itu memberikan pelajaran kepada kita s...

Paragraf yang Mencoba Memotivasi Diri dan Orang Lain

Assalamualaikum.. ya akhi wal ukhti… Pernahkah kamu merasa putus asa karena targetmu tak tercapai? Rasanya hidup mau diakhiri saat itu juga. Berharap waktu diputar kembali untuk mengulang proses pencapaian target agar jadi lebih baik lagi. Itu berarti, kamu seorang pengejar mimpi. Seorang gigih sekalipun pasti pernah mengalami ini. Apalagi orang seperti kita, yang terkadang gigih namun sering merasa kecewa. Tenang, itu manusiawi. Ya, manusiawi. Itu yang kurasakan saat ini. ternyata mimpiku waktu itu benar. Mimpi buruk yang tak pernah kugubris sebelumnya. Tidak. Ini bukan cerita tentangku. Aku hanya ingin membagi sesuatu pada kalian (para readers yang dengan rela membaca tulisan ku ini), tentang hal yang baru saja ku rasakan, dan sering terjadi di antara kita. Ya. Perasaan yang ditinggalkan akibat gagal mencapai target itu lebih menyakitkan ketimbang ditinggal oleh kekasih. Lebih menyedihkan daripada diserempet jambret. Dan lebih sulit move on daripada diputusi setelah di...

Catatan Kecil Untuk Repsima

Image
About REPSIMA. Saat aku menulis ini, aku akan berusaha untuk tidak menitikkan air sedikitpun dari mataku. Dan dengan senang hati, kembali mengingat saat-saat pertama kita bertemu untuk menjadi satu keluarga sederhana. Hingga akhirnya sebuah perkumpulan itu mulai menyebut dirinya sendiri REPSIMA. Republik Akuntansi Lima. Entah apa yang dipikirkan si Pencetus nama itu saat menemukan nama yang sedikit janggal didengar namun renyah untuk disebutkan. Repsima adalah sebuah kelas di mana didalamnya terdapat anak-anak yang berisik, hiperaktif, bahkan terkadang menjadi provokatif. Suara gaduh tak pernah luput dari keseharian dan kebersamaannya. Namun, inilah hal yang akan dirindukan ketika suatu saat kejadian tragis bernama ‘perpisahan’ telah tiba. Sebagai salah satu dari mereka, aku banyak mendapatkan pelajaran hidup (baik yang penting, lumayan penting, hingga tak penting sama sekali). Aku belajar untuk mengerti berbagai warna nilai kehidupan dari perkumpulan ini. Berbagai warna yang ...

Sekadar Coretan

Image
Saat ini gue ada di kelas XII, semester 6. Gue hidup di sebuah kelas yang menyebutkan diri mereka sendiri dengan nama REPSIMA. Kelas paling absurd (mungkin), buktinya kami dikasih kelas di lantai tiga, yang gak ada toiletnya. Jadi kalo pipis mesti turun tangga dulu. Bayangin kalo lo kebelet, lo lari-lari di tangga, jatuh, akhirnya lo pipis di tangga. But, we’re ok. Maybe. Gue sebangku sama seorang cewek, yang hari ini, tanggal 5 Januari 2016, menginjak usia delapan belas tahun, minta kado “sotmousen yang cak vidio nyampak-nyampak” ke gue (maksud dia adalah : “stopmotion yang bentuknya mirip video jatuh-jatuh”. Pada gak ngerti, kan? Yaudah). Dialah si Jeje. Pertama-tama, gue ucapin selamat ulang tahun buat lo, semoga panjang umur, murah rezeki, sukses selalu, sehat selalu, gak galau lagi, dan yang terpenting bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sorry, gue gak bisa penuhi permintaan lo buat stopmotion, karena gue gak punya aplikasinya (sumpah gue gak bohong). Jadi sebagai ...